Banjarmasin, Rabu 18 Februari 2026 – Kegiatan pendampingan Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) bulan Februari kembali terlaksana dengan penuh semangat melalui tema “BCB Glow Heart: Belajar Ngaji Menyambut Bulan Ramadhan yang Suci.” Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan, lantai 2 Gedung Islamic Centre Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa Relawan Bakti Bersama, sehingga menghadirkan suasana yang lebih semarak, hangat, dan kolaboratif.
Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Materi yang disampaikan terasa ringan dan tidak membosankan karena lebih menekankan praktik langsung dibandingkan teori. Fokus pembelajaran meliputi perbaikan bacaan (tahsin), pembenahan makhraj, serta pemahaman hukum bacaan (tashih). Dengan metode ini, peserta dapat langsung mempraktikkan dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka secara bertahap.
Materi disampaikan oleh Ustadz Madan dan Ustadz Fauzi, pengajar di RTQ An-Nur di bawah naungan MPQM Tartily Banjary. Kegiatan diawali dengan materi pengantar yang disampaikan langsung oleh Direktur MPQM Tartily Banjary sebagai pembuka, yang memberikan motivasi kepada para peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah, khususnya dalam membaca Al-Qur’an.
Ridho Anshori, salah satu peserta kegiatan, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori, tetapi langsung dibimbing memperbaiki bacaan. Suasananya nyaman dan suportif, jadi kami tidak merasa sungkan ketika dikoreksi. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan agar kualitas bacaan kami semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Awan selaku perwakilan mahasiswa BCB BAZNAS Kalsel turut memberikan tanggapannya. Ia menyampaikan bahwa program pendampingan ini menjadi bentuk perhatian terhadap pembinaan spiritual mahasiswa penerima beasiswa. “Kami sangat bersyukur karena BCB tidak hanya mendukung secara akademik, tetapi juga pembinaan ruhiyah. Harapannya, teman-teman BCB semakin percaya diri membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, terutama saat Ramadhan nanti, serta terus istiqomah setelahnya,” ungkap Awan.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Diharapkan ilmu yang telah dipelajari dapat diamalkan oleh seluruh peserta, tidak hanya dalam menyambut bulan Ramadhan, tetapi juga secara konsisten di bulan-bulan berikutnya, sehingga Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dalam kehidupan sehari-hari. 