Banjarmasin, 3 Mei 2026 — Mewarnai pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Masjid Raya Sabilal Muhtadin, BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan menghadirkan aksi Tarhib Kurban sebagai upaya memperkuat syiar ibadah kurban di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang humanis, BAZNAS Kalsel mengajak warga Banjarmasin untuk terlibat aktif dalam gerakan kurban yang tidak hanya sekadar ibadah, tetapi juga menjadi solusi pemerataan gizi hingga ke pelosok Banua.
Dalam aksi ini, tim BAZNAS Kalsel berjalan santai menyapa warga sembari membagikan brosur edukatif dan menjelaskan kemudahan berkurban melalui lembaga. Kehadiran atribut kreatif di tengah kerumunan warga yang berolahraga menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berkurban secara terorganisir.

Wakil Pimpinan I BAZNAS Kalsel, H. Kamaruzzaman, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para calon pekurban (mudohi).
“Kami ingin memastikan masyarakat mengetahui bahwa BAZNAS Kalsel menjamin pelaksanaan kurban yang amanah, profesional, dan yang paling utama adalah sesuai koridor syariat Islam,” jelas Kamaruzzaman di sela kegiatan.
Tahun ini, BAZNAS Kalsel mematok target pengumpulan yang cukup ambisius, yakni sebanyak 632 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Hingga saat ini, realisasi komitmen kurban telah mencapai angka 40 persen.


“Mengingat target yang besar, kami melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat luas. Kami optimis sebelum hari raya Idul Adha nanti, target tersebut dapat terpenuhi melalui sinergi dari berbagai pihak,” tambahnya.
Selain menyasar masyarakat umum di ruang publik, BAZNAS Kalsel juga terus memperkuat kemitraan dengan sektor formal. “Alhamdulillah, respons dari BUMN, BUMD, hingga perbankan sangat baik. Namun, kami tetap berupaya mendorong partisipasi masyarakat umum agar manfaat kurban ini semakin luas,” terangnya.

Salah satu misi utama BAZNAS Kalsel tahun ini adalah pemerataan distribusi. Paket daging kurban yang telah distandarisasi minimal seberat 500 gram per paket akan dikirimkan ke wilayah-wilayah yang selama ini jarang terjangkau kegiatan kurban.
“Kami memprioritaskan pengiriman hewan kurban ke desa-desa yang memang tidak ada penyembelihan. Tujuannya agar masyarakat di daerah terpencil juga bisa merasakan kebahagiaan dan menikmati daging kurban di hari raya,” pungkas beliau.
Penulis: Risky Arshaq
Dokumentasi: Risky Arshaq & Imam Adhari
Editor: Muhammad Adi Ram