Dari Dapur Sederhana, Usaha Ibu Misnah Terus Menguat Pasca Lebaran

Banjarmasin — Dari sebuah rumah di Kampung Melayu Darat Gang IV, Banjarmasin Tengah, aroma kue roko (eggroll) buatan Ibu Misnah masih terus mengepul, bahkan setelah suasana lebaran berlalu. Di balik dapur sederhananya, usaha kecil ini justru menunjukkan geliat yang semakin menguat.

Saat dilakukan monitoring pada Selasa, 7 April 2026 oleh tim pendayagunaan BAZNAS Kalsel, Ibu Misnah bercerita bahwa momen Lebaran membawa banyak pesanan kue roko. Menariknya, setelah lebaran pun permintaan tidak surut, orderan tetap datang silih berganti. Dari usahanya tersebut, ia kini mampu meraih omzet sekitar Rp3 juta per bulan dengan laba mencapai 50 persen.

“Alhamdulillah, cukup sekali untuk membantu kebutuhan sehari-hari di rumah,” ucapnya dengan senyum sederhana.

Tak hanya itu, kepercayaan juga datang dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ibu Misnah kini rutin memproduksi kacang goreng sebagai pelengkap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesanan hadir setiap dua minggu sekali, dengan jumlah produksi mencapai 1.000 pcs dalam sekali olah, dan harga jual berkisar Rp1.500 hingga Rp1.900 per pcs, menyesuaikan permintaan.

Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel, H. Muslim turut mengapresiasi perkembangan usaha tersebut. Ia menilai, pertumbuhan yang dialami Ibu Misnah menjadi gambaran nyata dari dampak program pemberdayaan yang dijalankan.

“Perkembangan usaha seperti yang dialami Ibu Misnah ini menjadi hal yang sangat kami syukuri. Bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Inilah yang menjadi tujuan utama pemberdayaan, agar mustahik bisa semakin mandiri dan berdaya,” ungkap beliau.

Kisah Ibu Misnah menjadi gambaran bahwa dari langkah kecil yang konsisten, harapan untuk hidup yang lebih baik selalu menemukan jalannya.

Leave a Reply